Penyusunan Pre-Feasibility Study Slum Improvement In Strategfic Human Settlement Area (SISHA)

Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (BPPPPD) Kota Cirebon menyelenggarakan Diskusi dalam rangka Penyusunan Pre-Feasibility Study Slum Improvement In Strategfic Human Settlement Area (SISHA) yang dilaksanakan pada hari Jum’at, tanggal 07 Desember 2018 di Aula Gotrasawala-BPPPPD Kota Cirebon.

Adapun lokasi-lokasi wilayah kumuh yang masuk didalam nominasi project dari Tim SISHA adalah Kelurahan Lemahwungkuk dan Kelurahan Kesepuhan. Dari dua lokasi kelurahan dari project Tim SISHA, banyak masyarakat tinggal disana dengan ciri- ciri kekumuhan dengan banyak sampah yang dikumpulkan untuk menimbun yang mengakibatkan tanah timbul di pantai utara kota cirebon. Tanah timbul tersebut merupakan tanah negara, tetapi ketika masyarakat sudah mendiami lebih dari 10 tahun mereka berhak mengajukan hak milik atas tanah tersebut. Kerangka kerja yang ditempuh mulai dari perbaikan dan pencegahan kumuh skala kota dan strategi pencegahan dilihat dari kriteria kawasan kumuh daerah tersebut. Kriteria kawasan kumuh telah ditetapkan dalam SK Walikota No. 488A/2014 dan memenuhi tipologi kawasan kumuh menurut Permen PUPR No 2/2016,  yang sebelumnya belum tuntas ditangani dalam program penanganan kawasan kumuh. Untuk itu perlu adanya kesepakatan dan mendapatkan komitmen dukungan dari seluruh stakeholder kota,termasuk pemerintah kota, dunia usaha, perguruan tinggi, untuk ditangani secara terpadu.

Gagasan awal konsep penanganan kawasan kumuh yang penanganannya tidak hanya didanai dari SISHA; intervensi lingkungan, yaitu :

  1. Sanitasi; dengan cara memisahkan limbah rumah tangga dengan drainase kota.
  2. Penanganan sampah padat pada skala kota secara keseluruhan.
  3. Mendorong munculnya perilaku yang lebih baik dari masyarakat dalam pengelolaan sampah padat.
  4. Menempatkan penahan sampah supaya tidak masuk ke sepadan air.
  5. Pemisahan dari kotoran/limbah rumahtangga dari badai drainase, dengan cara diolah dulu sebelum masuk ke drainase.

Beberapa pertanyaan dan tanggapan yang disampaikan dalam acara tersebut, antara lain :

  1. Bisakah konsep konsolidasi kawasan kumuh bisa diterapkan di kesepuhan dan lemahwungkuk, karena solusi terbaik adalah menghilangkan lokasi kumuh tersebut secara permanen.

Tanggapan : tugas pemerintah adalah menyediakan rumah – rumah layak huni kepada masyarakat dikawasan kumuh, fokus memenuhi kebutuhan dan mencari solusi permasalahan kawasan kumuh.

2.  Dari segi kepariwisataan   kawasan kumuh harus diberdayakan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif.

Tanggapan: salah satu daya tarik wisata adalah pantai,  wilayah pantai yg potensial sebagai lokasi wisata, dari hasil kunjungan adanya lokasi rekreasi yang bagus dengan lokasi pembuangan sanitasi air. Penanganan infrastruktur mulai dari sanitasi, air dan lingkungan upaya untuk menciptakan dasar-dasar terciptanya destinasi wisata.

 

 

Membangun Pariwisata Juara di Wilayah Cirebon Menuju Jabar Juara Lahir Batin

Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BPPPPD) Kota Cirebon menggelar seminar “Membangun Pariwisata Juara di Wilayah Cirebon Menuju Jabar Juara Lahir Batin” yang diselenggarakan pada hari Jumat tanggal 23 November 2018 bertempat di Ruang Orchid Grage Hotel Cirebon.

Berdasarkan undang-undang pariwisata hal yang perlu diperhatikan dalam pengembangan pariwisata adalah destinasi/atraksi, industri pariwisata, akses pariwisata, promosi pariwisata dan kelembagaan pariwisata.

Dalam sambutan PJ Walikota Cirebon (Dr.H.Dedi Taufik, M.Si) pariwisata di Kota Cirebon harus mampu berkelas dunia. Karena itu, perlu ada roadmap untuk pariwisata Kota Cirebon mendukung Jawa Barat menjadi destinasi wisata dalam lima tahun kedepan. Kota Cirebon memiliki berbagai potensi yang ditunjang infrastruktur memadai. Seperti kereta api dan bandara. PJ. Walikota Cirebon Dr. H. Dedi Taufik, M. Si meminta segenap stakeholder pariwisata Kota Cirebon untuk mengemas potensi yang ada, agar menarik kunjungan wisatawan. Termasuk berkoordinasi dengan daerah lain di wilayah III Cirebon. Sehingga, pariwisata Kota Cirebon terintegrasi dengan daerah lain seperti Kabupaten Cirebon, Kuningan, Majalengka dan Indramayu.

Perda 14/2012 Kota Cirebon sebagai pusat pertumbuhan perkotaan daerah aglomerasi menjadi Cirebon Metropolitan Raya (CMR) lingkupnya bukan hanya Kota Cirebon.  Bentuk kolaborasi pariwisata Kota Cirebon sebagai pusat, sedangkan daerah lainnya menjadi penyeimbang. Atraksi pariwisata Cirebon Raya harus dibuat satu siklus yang terdistribusi manfaatnya.  Dalam pembangunan harus memperhatikan aspek 5M (Man, Money, Material, Method dan Media).

Paparan dari Kepala BPPPPD Kota Cirebon (M.Arif Kurniawan, ST ) latar belakang penyelenggaraan kegiatan ini adalah sesuai arahan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat beberapa waktu lalu berkunjung ke Kota Cirebon. Gubernur Ridwan Kamil menyampaikan untuk membangun pariwisata di Kota Cirebon, harus ada yang dikembangkan, yaitu pengembangan terkait Keraton, Alun-alun, main street, shopping street dan pusat budaya. Selanjutnya seminar dilakukan untuk menyamakan persepsi dan komitmen bersama menjadikan pariwisata Kota Cirebon berkelas dunia. Dengan kolaborasi bersama daerah sekitar Kota Cirebon, upaya memajukan dan mengembangkan industri pariwisata di wilayah III Cirebon lebih optimal. Kepala BPPPPD Kota Cirebon (M. Arif Kurniawan,ST) mengharapkan, hasil dari seminar menjadi langkah awal pariwisata Cirebon menuju Jawa Barat juara lahir batin.

 

 

 

 

Senam Otak Ceria

Keluarga Besar BPPPPD Kota Cirebon dan Ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan Lingkup BPPPPD Kota Cirebon serta para siswi  Prakerin melaksanakan Senam Otak Ceria Bersama pada Hari Jum’at Tanggal 16 November 2018 di halaman Kantor BPPPPD Kota Cirebon.

Otak pada manusia merupakan pusat untuk mengontrol seluruh kegiatan tubuh dan sangatlah penting untuk dijaga agar tetap sehat dan dapat bekerja dengan baik.  Salah satu cara untuk menjaga kesehatan otak adalah dengan melakukan senam otak.  Senam Otak bertujuan untuk meningkatkan konsentrasi serta menjaga keseimbangan otak kanan dan otak kiri.  Selain itu senam otak juga  dapat mengaktifkan bagian-bagian otak dan mengoptimalkan fungsi otak sehingga menimbulkan manfaat  bagi kesehatan.

 

Kunjungan Kerja BAPPEDA Kota Bogor

BPPPPD Kota Cirebon menerima kunjungan kerja dari BAPPEDA Kota Bogor dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 14 November 2018 di R. Saptarengga, Lt. 2-BPPPPD Kota Cirebon. Dalam kunjungan tersebut mengambil topik tentang SPAM. Kunjungan tersebut dihadiri oleh Bappeda Kota Bogor, PDAM Kota Bogor, PDAM Kota Cirebon, PUPR Kota Cirebon, DPRKP Kota Cirebon dan BPPPPD Kota Cirebon.

Hasil dari rapat kunjungan kerja Bappeda Kota Bogor adalah :

  1. Harus  bisa memproyeksikan kebutuhan ke depannya dan menciptakan inovasi terkait rispam dalam memenuhi kebutuhan masyarakat;
  2. Membuatpelaporan yang matang dari segala aspek yang bersifat berkelanjutan agar dapat menyesuaikan berbagai hal, namun tetap fokus mengurusi permasalahan rispam;
  3. Akan lebih baik jika ada Perwali terkait rispam, Kota Cirebon belum masuk legalitas;
  4. Perencanaan harus berifat realistis;
  5. Harus disinkronkan terkait dengan perencanaan rispam;
  6. Lebih baik ada skala dalam pengujian dalam satuan waktu tertentu terkait dengan rispam.