Senam BPPPPD Kota Cirebon

Senam Aerobik ini dimulai dengan membaca Do’a bersama yang dipimpin
oleh instruktur senam berpengalaman dari Dinas Kesehatan untuk memicu semangat pegawai BPPPPD Kota Cirebon.
Senam dilaksanakan di hari Jum’at dari pukul 07.00 s/d selesai di Halaman Parkir  Kantor BPPPPD Kota Cirebon. Senam ini diikuti seluruh Karyawan/Karyawati BPPPPD termasuk siswa yang sedang melaksanakan Praktek Kerja Industri.
Selain membuat tubuh agar tetap sehat dan bugar, berikut beberapa manfaat lain yang dapat kita rasakan dengan melakukan senam aerobik :
–  Menguatkan Otot Dalam Tubuh
–  Daya tahan tubuh & Daya tahan Jantung
– Menurunkan Berat Badan
–  Kelenturan Tubuh Meningkat
–  Meningkatkan Energi Tubuh
– Membantu Mengendalikan Gula Darah
–  Kekebalan Tubuh Meningkat
Senam ini ditutup dengan membaca Do’a bersama oleh Instruktur Senam dari Dinas Kesehatan diharapkan agar senam yang kita lakukan dapat bermanfaat bagi kesehatan tubuh kita.

Pembahasan Kajian Sempadan Jalan Kota Cirebon

Acara dibuka dan dipandu oleh Bapak Irwan M. Mayland, S.Sos,  selaku Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Perkotaan dan Inovasi Daerah di Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (BPPPPD) Kota Cirebon
 
Bapak Irwan M. Mayland, S.Sos. menyampaikan bahwa kajian ini diperlukan untuk menjadi bahan pelaksanaan di lapangan, khususnya bagi pengembangan rumah susun yang dikelola oleh Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman.

Pemaparan dari Bapak Dr. Iwan Purnama ST, MT, Ketua Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon (Tim Kelitbangan)
1. Kajian ini adalah mengenai pemenuhan kebutuhan rumah tinggal melalui rumah susun di Kota Cirebon.
2. Kebijakan umum pembangunan perumahan diarahkan untuk kebutuhan perumahan yang layak dan terjangkau, tersedianya dana murah.
3. Pola-pola penanganan perumahan dan permukiman kumuh, antara lain peremajaan, pemugaran, dan permukiman kembali.
4. Asas dari penyelenggaraan rumah susun Pasal 2 UU No.20 Tahun 2011.
5. Perencanaan pembangunan rumah susun meliputi: penetapan penyediaan jumlah dan jenis rumah susun, penetapan zonasi pembangunan rumah susun, penetapan lokasi pembangunan rumah susun.
6. Jumlah penduduk Kota Cirebon 316.277 jiwa dengan tingkat kemiskinan 8,88% (Cirebon Dalam Angka).
7. Untuk menghitung backlog perumahan perlu data dari DPRKP.
8. Berdasarkan Pasal 15 Butir (b) RTRW 2011-2031 pengembangan perumahan secara vertikal pada kawasan perumahan kepadatan tinggi.


TANYA-JAWAB

Bapak Dr. Kartono, SH, MM–UGJ

KK Miskin di Cirebon hanya 8,88%, apakah itu tidak kecil, karena rumah susun katanya diperuntukan untuk masyarakat miskin?

Bapak Dr. Iwan Purnama ST, MT(STTC)

Rumah susun bukan hanya untuk masyarakat miskin, ke depannya bisa juga komersial untuk masyarakat kelas menengah karena keterbatasan lahan. Secara kuantitatif bisa diukur mengenai kesiapan sosial, budaya, dan ekonomi.

Bapak H. Suharto, SE (BPPPPD)

Untuk penelitian pendahuluan, masih mencukupi. Untuk ke depannya, survei animo masyarakat. Diperlukan data jumlah rumah untuk menghitung housing backlog.

Bapak Irwan M. Mayland, S.Sos. (BPPPPD)

Sebagai masukan, jumlah KK juga harus diperhitungkan karena dalam satu rumah bisa ada beberapa KK.
Bagaimana tata kelola perumahan rumah susun, apakah diperlukan Perumda.

Bapak H. Suharto, SE (BPPPPD)

Untuk setiap kegiatan kajian di setiap tahap perlu mengundang pengendali mutu.

Ibu Neneng W–Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP)

Tahun depan DPRKP akan mengadakan penghitungan rumah di triwulan I. Saat ini, angka tersebut masih berupa asumsi. Untuk tahun depan akan ada penataan kota tanpa kumuh, dengan DED dengan pemerintah provinsi dan pusat.

Bapak Dr. Iwan Purnama ST, MT(STTC)

Sudah ada beberapa penelitian mengenai studi kasus rumah susun di Dukuh Semar. Ketidakberhasilannya disebabkan kurang layaknya fasilitas, akses moda transportasi, dan sumber mata pencaharian.

Ibu Indah Gilang Pusparani, S.Sos (BPPPPD)

1. Apakah di kuesionernya akan muncul pertanyaan mengenai persepsi kualitas, persepsi target penghuni, dan reputasi? Apakah akan ada rekomendasi pengelolaan rumah susun?
2. Tingkat kemiskinan di Kota Cirebon 8,88%, tetapi itu angka tertinggi kedua di Kota Cirebon.

Bapak Dr. Iwan Purnama, ST, MT (STTC)

1. Di dalam kuesioner ada pertanyaan mengenai animo dan persepsi masyarakat, tetapi di suatu saat bisa jadi kebijakan politik yang mengharuskan masyarakat. Untuk kajian ini akan muncul angka-angka kebutuhan jumlah unit, kawasan, lokasi, dan kajian sosial budaya.
2. Untuk ke depannya, kajian dapat dikembangkan.

Bapak Kurnia Tri Hermawan, S.Sos. (BPPPPD)

1. Apakah di dalam kajian ini, rumah susun Dukuh Semar akan dipertimbangkan kembali, karena sudah ada?
2. Siapa yang akan menjadi responden dalam kuesioner penelitian ini?
 
Bapak Dr. Iwan Purnama, ST, MT (STTC)

1. Kajian Dukuh Semar akan dipertimbangkan karena sebelumnya sudah disebutkan mengenai ketidakberhasilan rumah susun dukuh semar
2. Responden kuesioner akan mengarah pada masyarakat di kawasan padat di Kota Cirebon.
 
Adapun poin kesimpulan sebagai berikut:
1. Kesimpulan penyampaian laporan akhir diharapkan menjadi produk hukum.
2. Untuk penelitian selanjutnya diharapkan mendapatkan tambahan anggaran sesuai dengan capaian dari penelitian saat ini.
 

PANCASILA DASAR PENGUATAN KARAKTER BANGSA

Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian & Pengembangan Daerah (BPPPPD) Kota Cirebon menggelar Upacara Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2019, bertempat di halaman kantor BPPPPD Kota Cirebon . Upacara Hari Kesaktian Pancasila Lingkup BPPPPD Kota Cirebon tersebut dilaksanakan pada hari Selasa, 01 Oktober 2019 tepat pukul 08.00 wib, dengan Sekretaris Badan Drs. Agus Herdhyana,M.Si sebagai Inspektur Upacara .

Melalui surat Wali Kota Cirebon tersebut, seluruh instansi pemerintah, swasta, lembaga dan OPD diarahkan utk menyelenggarakan upacara di instansi-nya masing-masing. Disamping itu, Upacara Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2019 Tingkat Kota Cirebon dilaksanakan di Halaman Belakang Balaikota Cirebon pada pukul 08.00 wib.

Sebagai termaktub dalam ikrar yang dibaca bersama, sejak indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945, telah terjadi banyak rongrongan dari dalam dan luar negeri terhadap keutuhan NKRI. Karena itu, seluruh elemen agar tidak lengah terhadap rongrongan yang ingin menumbangkan Pancasila sebagai Idiologi Negara.

Sekretaris BPPPPD menjadi Inspektur Upacara dalam hari Kesaktian Pancasila.
Pembacaan Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945
Hari Kesaktian Pancasila menjadi momentum untuk terus mengokohkan diri. Harus Waspada terhadap romgrongan yang ingin mengganti Pancasila.