Membangun Pariwisata Juara di Wilayah Cirebon Menuju Jabar Juara Lahir Batin

Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BPPPPD) Kota Cirebon menggelar seminar “Membangun Pariwisata Juara di Wilayah Cirebon Menuju Jabar Juara Lahir Batin” yang diselenggarakan pada hari Jumat tanggal 23 November 2018 bertempat di Ruang Orchid Grage Hotel Cirebon.

Berdasarkan undang-undang pariwisata hal yang perlu diperhatikan dalam pengembangan pariwisata adalah destinasi/atraksi, industri pariwisata, akses pariwisata, promosi pariwisata dan kelembagaan pariwisata.

Dalam sambutan PJ Walikota Cirebon (Dr.H.Dedi Taufik, M.Si) pariwisata di Kota Cirebon harus mampu berkelas dunia. Karena itu, perlu ada roadmap untuk pariwisata Kota Cirebon mendukung Jawa Barat menjadi destinasi wisata dalam lima tahun kedepan. Kota Cirebon memiliki berbagai potensi yang ditunjang infrastruktur memadai. Seperti kereta api dan bandara. PJ. Walikota Cirebon Dr. H. Dedi Taufik, M. Si meminta segenap stakeholder pariwisata Kota Cirebon untuk mengemas potensi yang ada, agar menarik kunjungan wisatawan. Termasuk berkoordinasi dengan daerah lain di wilayah III Cirebon. Sehingga, pariwisata Kota Cirebon terintegrasi dengan daerah lain seperti Kabupaten Cirebon, Kuningan, Majalengka dan Indramayu.

Perda 14/2012 Kota Cirebon sebagai pusat pertumbuhan perkotaan daerah aglomerasi menjadi Cirebon Metropolitan Raya (CMR) lingkupnya bukan hanya Kota Cirebon.  Bentuk kolaborasi pariwisata Kota Cirebon sebagai pusat, sedangkan daerah lainnya menjadi penyeimbang. Atraksi pariwisata Cirebon Raya harus dibuat satu siklus yang terdistribusi manfaatnya.  Dalam pembangunan harus memperhatikan aspek 5M (Man, Money, Material, Method dan Media).

Paparan dari Kepala BPPPPD Kota Cirebon (M.Arif Kurniawan, ST ) latar belakang penyelenggaraan kegiatan ini adalah sesuai arahan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat beberapa waktu lalu berkunjung ke Kota Cirebon. Gubernur Ridwan Kamil menyampaikan untuk membangun pariwisata di Kota Cirebon, harus ada yang dikembangkan, yaitu pengembangan terkait Keraton, Alun-alun, main street, shopping street dan pusat budaya. Selanjutnya seminar dilakukan untuk menyamakan persepsi dan komitmen bersama menjadikan pariwisata Kota Cirebon berkelas dunia. Dengan kolaborasi bersama daerah sekitar Kota Cirebon, upaya memajukan dan mengembangkan industri pariwisata di wilayah III Cirebon lebih optimal. Kepala BPPPPD Kota Cirebon (M. Arif Kurniawan,ST) mengharapkan, hasil dari seminar menjadi langkah awal pariwisata Cirebon menuju Jawa Barat juara lahir batin.

 

 

 

 

Senam Otak Ceria

Keluarga Besar BPPPPD Kota Cirebon dan Ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan Lingkup BPPPPD Kota Cirebon serta para siswi  Prakerin melaksanakan Senam Otak Ceria Bersama pada Hari Jum’at Tanggal 16 November 2018 di halaman Kantor BPPPPD Kota Cirebon.

Otak pada manusia merupakan pusat untuk mengontrol seluruh kegiatan tubuh dan sangatlah penting untuk dijaga agar tetap sehat dan dapat bekerja dengan baik.  Salah satu cara untuk menjaga kesehatan otak adalah dengan melakukan senam otak.  Senam Otak bertujuan untuk meningkatkan konsentrasi serta menjaga keseimbangan otak kanan dan otak kiri.  Selain itu senam otak juga  dapat mengaktifkan bagian-bagian otak dan mengoptimalkan fungsi otak sehingga menimbulkan manfaat  bagi kesehatan.

 

Kunjungan Kerja BAPPEDA Kota Bogor

BPPPPD Kota Cirebon menerima kunjungan kerja dari BAPPEDA Kota Bogor dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 14 November 2018 di R. Saptarengga, Lt. 2-BPPPPD Kota Cirebon. Dalam kunjungan tersebut mengambil topik tentang SPAM. Kunjungan tersebut dihadiri oleh Bappeda Kota Bogor, PDAM Kota Bogor, PDAM Kota Cirebon, PUPR Kota Cirebon, DPRKP Kota Cirebon dan BPPPPD Kota Cirebon.

Hasil dari rapat kunjungan kerja Bappeda Kota Bogor adalah :

  1. Harus  bisa memproyeksikan kebutuhan ke depannya dan menciptakan inovasi terkait rispam dalam memenuhi kebutuhan masyarakat;
  2. Membuatpelaporan yang matang dari segala aspek yang bersifat berkelanjutan agar dapat menyesuaikan berbagai hal, namun tetap fokus mengurusi permasalahan rispam;
  3. Akan lebih baik jika ada Perwali terkait rispam, Kota Cirebon belum masuk legalitas;
  4. Perencanaan harus berifat realistis;
  5. Harus disinkronkan terkait dengan perencanaan rispam;
  6. Lebih baik ada skala dalam pengujian dalam satuan waktu tertentu terkait dengan rispam.

 

Sosialisasi dan Penjabaran Visi Misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Terpilih Periode 2018-2023

Sosialisasi dan Penjabaran Visi Misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cirebon Terpilih Periode 2018-2023 dilaksanakan pada hari Senin tanggal 12 November 2018 di Aula Gotrasawala, Lt. 3 – BPPPPD Kota Cirebon. Ada sembilan Perangkat Daerah yang melakukan Ekspose program dan kegiatan yang akan dilaksanakan di Tahun 2019, antara lain:

1).  Dinas Lingkungan Hidup

Program Prioritas Dinas Lingkungan Hidup diantaranya:

  • Program Pelayanan Persampahan dan Kebersihan Kota, melalui peningkatan cakupan pelayanan persampahan dan pelibatan komunitas masyarakat dalam kebersihan kota.
  • Program Pengurangan Volume Sampah, melalui tersedianya bank sampah dari tingkat RW sampai tingkat kota, dan pemberdayaan masyarakat dalam rangka mengurangi volume sampah (sampah terpilah TPS 3R yang terletak di wilayah Krucuk)

2). Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah

Ada 8 program unggulan DPKUKM Tahun 2019, yaitu :

  • Penataan dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima akan difokuskan pada enam kawasan di lima kecamatan bekerja sama dengan Satpol PP.
  • Pengembangan Kewirausahaan dan Keunggulan Kompetitif Usaha Kecil Menengah dilaksanakan sebanyak satu kali.
  • Pemberdayaan dan Peningkatan Usaha Koperasi kepada 12 koperasi melalui kegiatan pelembagaan, pembinaan, dan pemberdayaan Koperasi Berbasis RW yang belum tertib dalam pelaporan SHU.
  • Program dalam rangka menjaga tingkat inflasi dilaksanakan mendekati Hari Raya Idul Fitri.
  • Program pengembangan promosi.
  • Program Peningkatan dan Pengembangan Ekspor dengan melaksanakan dua sesi pameran dan satu kegiatan.
  • Program Perlindungan Konsumen.
  • Program Pengembangan Industri Kecil, Menengah dan Sentra Industri terkendala sertifikasi halal dan penyelenggaraan p-irt membutuhkan anggaran dari APBD Kota Cirebon  yg selama ini dibiayai oleh dana propinsi.

3). Satuan Polisi Pamong Praja

Satuan Polisi Pamong Praja memiliki target dan program unggulan tahun 2019, dari misi mewujudkan keamanan dan ketertiban umum yang kondusif, melalui program: penegakan peraturan daerah dan program pengendalian keamanan lingkungan. Inovasi yang diciptakan pada tahun 2019 adalah penambahan fungsi penegakan perda di tingkat babinsa, tingkat kelurahan. Pelayanan penerangan perda dan pengaduan masyarakat melalui “SatpolPP”.

4). Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata

Pada Tahun 2019 DKOKP memiliki target yaitu 15 event festival seni dan budaya, 62 benda, situs dan kawasan cagar budaya dilestarikan, 1 karya budaya direvitalisasi, 10 obyek cagar budaya dikelola secara terpadu, dan kunjungan wisatawan sebesar 1.500.000 wisatawan. Peningkatan jumlah wisata akan dilakukan dengan pelaksanaan event-event budaya kerja sama dengan keraton.

Event unggulan yang akan dilaksanakan seperti Street Food Festival, Festival Teater Cirebon, dan Festival Pesisiran (Upacara Nadran).

Kegiatan rutin kebudayaan: Misi kesenian di satu kota/kab di jawa barat, FKN di Luar Pulau Jawa, Fasilitasi upacara nilai tradisi di 3 (tiga) daerah, pembersihan di 5 (lima) cagar budaya, Pemberdayaan 8 (delapan) juru pelihara situs serta pelatihan pelestarian cagar budaya dan Pemberian makan kera di situs kalijaga.

Launching C’Fest dan Calendar of Event dilaksanakan pada tahun 2019.

Program kegiatan unggulan pemuda olahraga,yaitu : POPKOTA, O2SN, PASKIBRA, PORSENITAS, POPWILDA, dan POSPEDAWIL.

5). Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistika

Program unggulan di Tahun 2019 DKIS memiliki beberapa misi, diantaranya yaitu :

Misi 1

(1) Peningkatan kaspasitas masyarakat dalam penguasaan dan pemanfaatan teknologi dan komunikasi

(2) Peningkatan fasilitas akses internet bagi masyarakat

(3) Pengembangan Start-Up Digital Bagi Masyarakat Khususnya Kaum Milenial

(4) Pengembangan Smart Branding Kota Cirebon

Misi 2 

(1) Implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) / E-Government yang terintegrasi;

(2) Pengelolaan Kanal Pengaduan Masyarakat yang Profesional (LAPOR.GO.ID, Cirebon Siaga 112, dan Media Sosial);

(3) Pengelolaan Cirebon Command Center sebagai sarana Penunjang Eksekutif Information System (EIS) dan Decission Support System (DSS);

(4) Implementasi Cirebon Satu Data (CSD).

Misi 4 

Penyediaan CCTV pada setiap sudut Kota untuk membantu memonitoring keamanan dan ketertiban di Kota Cirebon.

6). Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Program Unggulan di Tahun 2019 DPUPR, yaitu :

  • Penataan alun: ruang ramah anak, penyediaan parkir di daerah siliwangi dan rumah sakit sumber kasih berbentuk basement,
  • Pembangunan dan revitalisasi kali/sungai sukalila menjadi destinasi wisata perdagangan bernuansa budaya dan sejarah;
  • Pengembangan infrastruktur wilayah selatan, beberapa tahun lalu focus ke perbaikan jalan (betonisasi dll) tahun 2019 fokusnya perbaikan infrastruktur jalan di lingkungan permukiman dan pengembangan lapangan di kebon pelok;
  • Penataan Taman Ruang Milik Jalan tahun 2019 akan difokuskan taman rumjia kota berwawasan lingkungan dan vegetasinya tidak kering.

7). Dinas Pendidikan

Target yang dimiliki Dinas Pendidikan di Tahun 2019, yaitu  menginventarisir sarana-prasarana Pendidikan dan telaah ketentuan baku/standar yang berlaku, pengadaan event yang mendukung prestasi peserta didik, program profesi guru (PPG) akan ditekankan agar guru memiliki sertifikasi.

Program lintas sector seperi pembinaan sekolah sehat, pembinaan kantin sehat, pembinaan sekolah peduli dan berbudaya lingkungna (green school) sesuai dengan misi wali kota terpilih, pembinaan sekolah tertib dan aman.

8). Dinas Kesehatan

Ada tiga pilar Indonesia Sehat yang dimiliki Dinas Kesehatan yang sudah dikoordinasikan antara RS Gunung Jati dan Dinkes serta memiliki prinsip dalam mengintervensi dalam tahap kehidupan.

Dinkes sudah membina 40 anak melalui intervensi sehingga memiliki intelektual yang tinggi.

Dinas Kesehatan memiliki Isu strategis program pembangunan kesehatan 2019 terdiri dari:

  • Kesehatan ibu:
    • Menurunkan angka kematian ibu (aki)
  • Kesehatan anak:
    • Menurunkan angka kematian bayi (akb)
    • Menurunkan prevalensi balita pendek (stunting)
  • Pengendalian penyakit menular:
    • Mempertahankan prevalensi hiv-aids <0,5
    • Menurunkan prevalensi tuberkulosis
    • Menurunkan prevalensi malaria
  • Pengendalian penyakit tdk menular
    • Menurunkan prevalensi hipertensi
    • Mempertahankan prevalensi obesitas pada 15,4
    • Menurunkan prevalensi diabetes
    • Menurunkan prevalensi kanker
    • Meningkatkan kesehatan jiwa
  • Kota Cirebon menjadi UHC, PBI dan SKTM terbaik di Jawa Barat sudah 99,2%, namun hambatannya penduduk yang sudah terdaftar tidak mau membayar. Hal tersebut jika tidak diatasi akan membebani APBD.
  • Penemuan Odha (orang dengan HIV AIDS) diatasi dengan pembentukan komunitas
  • Antrian pasien dalam memperoleh layanan kesehatan di RSGJ diatasi dengan pelayanan kesehatan berjenjang
  • Masih adanya bangunan puskesmas yang belum sesuai standar karena lahannya terbatas, solusi yang ditawarkan adalah relokasi puskesmas Cangkol dan Pesisir.

9). Dinas Tenaga Kerja

Target 2019 yang dimiliki Dinas Tenaga Kerja dan Program Kegiatan Unggulan sesuai visi dan misi, yaitu :

(1) Program peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja;

(2) Program pelayanan penempatan tenaga kerja;

(3) Program perlindungan dan pengembangan Lembaga.

Dinas Tenaga Kerja memiliki tiga fungsi pokok yang ditangani Disnaker, yaitu:

  • Pelatihan dan produktvitas tenaga kerja, pada tahun 2017 Disnaker hanya mampu sebatas melatih 36 warga Kota Cirebon.
  • Penempatan tenaga kerja, dalam hal pelayanan antar kerja di daerah kab/kota Disnaker sudah melaksanakannya ke beberapa daerah sehingga tenaga kerja yang sudah dilatih bisa langsung ditempatkan; terkait kemudahan informasi pasar dan melamar kerja sudah disediakan aplikasi;  perijinan TKI tahun 2017 148 orang per bulan Oktober; dan Tenaga asing di Kota Cirebon 14 orang status tenaga pengajar
  • Hubungan industrial.