Kunjungan Kerja Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI mengenai Kebijakan/Program Perekonomian di Kota Cirebon Pasca Adanya Jalan Tol Cipali

Kunjungan Kerja Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI mengenai Kebijakan/Program Perekonomian di Kota Cirebon Pasca Adanya Jalan Tol Cipali yang dilaksanakan pada hari Kamis, 15 Agustus 2019 bertujuan untuk berdiskusi dan menghimpun Informasi/Data mengenai Kebijakan/Program Perekonomian di Kota Cirebon pasca adanya jalan Tol Cipali, khususnya Sektor Pariwisata dan Perdagangan.
 
Pemaparan Sekretaris BPPPPD Kota Cirebon
 
·  Kota Cirebon terletak di pantai utara Prov JABAR bagian timur, berada pada jalur utama transportasi strategis dan menjadi simpul pergerakan transportasi antara Jabar dan Jateng.
·  Luas Wilayah Kota 37 KM2
·  Terdiri dari 6 Kecamatan dan 22 Kelurahan
·  Adapun visi pembangunan Wali Kota dan Wakil Wali Kota terpilih yaitu “SEHATI Kita Wujudkan Kota Cirebon sebagai Kota Kreatif Berbasis Budaya dan Sejarah (Sehati: Sehat, Hijau, Agamis, Tentram dan Inovatif)”. Visi tersebut dijabarkan menjadi 4 (empat) misi pembangunan.
 
 
Pemaparan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI
 
·  Sebagai Analisis Kebijakan Fungsional dan Madya, perlu adanya kajian ringan untuk memonitoring juga evaluasi setelah beroperasinya Tol Cipali untuk Kota Cirebon ataupun Ciayumajakuning.
·  Kamipun sudah Berkunjung ke BPS Kota
·  Terkait Sektor Pariwisata
1.  Tahun lalu dibentuk pusat analisis kebijakan
2.  Tol Cipali merupakan Jalan Tol Transjawa yang pertama, dan sekitar 60% logistik ada di Pantura. Dan tanpa kita sadari Volume terbesar berada di Pantura
3.  Kota Cirebon merupakan central dari Ciayumajakunig
·  Seberapa konsenkah dari Kota Cirebon terhadap pembangunan Jalan Tol Cipali
·  Bagaimana terkait Sektor Pariwisata & UMKM
 
Pemaparan Sekretaris BPPPPD Kota Cirebon
 
· Perjanuari 2019 baru adanya penunjang untuk kelitbangan. Sebenarnya ini sudah di gagas dari dulu sehingga semua kebijakan harus dari penelitian.
·  1 Bidang Litbang yang ada di BPPPPD pun belum terlihat Outputnya.
·  Seharusnya kelitbangan mempunyai instansi yang terpisah misalnya balitbangda cuma terkait kendala SDM, anggaran dan lain-lain maka tidak bisa dipisahkan.
·  Hasil CPNS kemarin mendapatkan 1 orang perencana dan 2 orang peneliti.
·  Pada tahun 2015, tol cipali ada perda di Provinsi Badan Koordinasi Penelitian dan Pengembangan namun sudah bubar.
·  Dampak yang paling terasa itu di Indramayu, semua restoran di Pantura tutup. Kini jalan pantura sepi dan rawan begal.
·  Untuk Kota Cirebon sendiri sebenarnya sebelum adanya Tol Cipali perkembangannya sudah sangat cepat.
·  Setelah ada Tol Cipali hari Sabtu Minggu jalanan menjadi Macet.
·  Mengarah ke kebijakan daerah sesuai Visi Misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota yaitu  “ SEHATI Kita Wujudkan Kota Cirebon sebagai Kota Kreatif Berbasis Budaya dan Sejarah (Sehati: Sehat, Hijau, Agamis, Tentram dan Inovatif) ”.
·  Cirebon lebih dikenal Destinasi Wisata Religius dan Kultural.
4 Aspek diantaranya :
1.   Promosi Pariwisata
2.   Industri Pariwisata
3.   Destinasi Pariwisata
4.   Kelembagaan Pariwisata.
·  Terkait Sektor Pariwisata & UMKM di Kota Cirebon seperti Sektor Kuliner/ Industri Kreatif yang potensial dan Sektor Pariwisata Religi seperti Kanoman.
· Programnya seperti Pembentukan Wirausaha Baru, Pembentukan Industri Kreatif, Pembentukan Gedunh Kreatif dan Pembentukan Pemberdyaan Ekonomi Kaum Perempuan.
 
Pemaparan Kabid PPMM BPPPPD Kota Cirebon
 
· Pendapatan dan sektor pajak daerah terkait Restoran dan Hotel, untuk Hotel mengalami kenaikan sebesar 68% dan untuk Restoran mengalami kenaikan sebesar 74%.
·  Perihal Pajak Rumah Kost, minta tolong diperhatikan kembali oleh Provinsi. Pajak Rumah Kost dikenakan pajak apabila rumah kost memiliki kamar diatas 10. Seharusnya kita jangan melihat ke jumlah kamar yang dimiliki lebih melihat dari omset yang dihasilkan.
 
Pemaparan Kabid Infrastruktur BPPPPD Kota Cirebon
 
· Banyak sekali potensi di Kota Cirebon yang belum kita gali misalnya saja Batik Kriya. Batik Trusmi yang lebih dikenal itu sebenarnya terletak di Kabupaten Cirebon bukan di Kota Cirebon.
· Belum adanya Infrastruktur yang lebih baik juga.
 
Pemaparan Perencana Fungsional BPPPPD Kota Cirebon
 
·  Terkait Tol Cipali, pintu Masuk ataupun keluar pintu Tol Cipali itu keduanya terletak di Kabupaten Cirebon. Untuk masyarakat yang ingin berkunjung ke Kota Cirebon mereka kebanyakan hanya mampir di Kabupatennya tidak ke Kota Cirebonnya. Apalagi jika mereka hanya One day Trip, sekedar jalan-jalan dan menikmati kuliner. Tidak perlu ke kota karena dikabupaten semuanya sudah tersedia.
·  Perlu diadakannya Perencana Pariwisata agar Masyarakat/Turis mau berkunjung ke Kota Cirebon.
 
Pemaparan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI
 
· Dilihat dari tindakan pariwisata di Kota Cirebon & Kuningan. Mungkin Solusinya dengan diadakannya paket wisata Ciayumajakuning.
· Pengalaman ketika saya menjadi Struktural adanya Destination Management sudah diterapkan di Aceh dan Banyuwangi. Jadi kita membayar tim ahli sekitar Rp.200.000.000,-
Misalnya di Banyuwangi bercocok tanam padi yang jika padi itu dipangkas maka tanpa perlu ditanam kemnbali bisa jadi kembali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.