Kunjungan Kerja DPRD SALATIGA ” PENATAAN WILAYAH PERKOTAAN STRATEGIS DALAM RANGKA MENGANTISIPASI POTENSI PERKEMBANGAN DAERAH “

Kunjungan Kerja DPRD Kota Salatiga ”Penataan Wilayah Perkotaan Strategis dalam Rangka Mengantisipasi Potensi Perkembangan Daerah pada hari Kamis tanggal 27 Juni 2019 antara lain berisikan pemaparan-pemaparan dari narasumber, dengan ringkasan hasil dari pertemuan adalah sebagai berikut :

  • DPRD Kota Salatiga
  • Sebagai wilayah kota, salatiga masih terdapat wilayah perdesaan, Kota salatiga sebagai kota perekonomian, pendidikan, perkembangan dalam sisi penataan dirasa masih perlu studi lebih lanjut;
  • Wilayah hijau di salatiga masih bersifat sporadis terpetak-petak menyebar;
  • Masih banyak alih fungsi lahan, yaitu memakan lahan terbuka menjadi lahan terbangun atau semi terbangun;
  • Dalam menuju perencanaan RDTR, masih terhambat, hal tersebut terjadi karena masih ada kendala dalam RTRW nya, sehingga belum bisa masuk kedalam perencanaan RTBL yaitu tentang kawasan dalam penataan;
  • Di Salatiga masih terdapat eks tanah bengkok, sehingga dalam proses perencanaan dan pengelolaan masih terbentur dengan aset;
  • Bapak Arif Kurniawan (Kepala BPPPPD) :
  • Yang menjadi tren saat ini adalah pembangunan tol di Kota Cirebon yang menghubungan sampai dengan Jawa Tengah;
  • Dengan adanya jalan tol sekitar 30 ribu kendaraaan masuk keluar Kota Cirebon;
  • PAD Kota Cirebon meningkat hampir 50%;
  • Kewajiban RTH publik 20%, 10% Privat, saat ini Kota Cirebon seluas 11%;
  • Rencananya sempadan sungai dan pantai akan dijadikan RTH;
  • Kendala pemenuhan RTH adalah keterbatasan lahan, jika dipenuhi seluas 20% maka ota Cirebon tidak akan ada pembangunan;
  • Target pemenuhan RTH tercantum dalam dokumen perencanaan RPJMD;
  • Penguatan dari sisi pengendalian, terkait dengan dinas perizinan yang tidak bisa memutuskan, baru diambil alih oleh TKPRD;
  • TKPRD Kota Cirebon sudah memiliki SK;
  • Kawasan sempadan pantai jika dilakukan reklmasi, dan masuk kedalam kewenangan pihak pelabuhan harus minta izin kepada pihak pelabuhan;
  • DPRD Kota Salatiga
  • RTH di Salatiga belum mencapai standar ideal sebesar 30%
  • Memang perlu ada upaya untuk pembebasan lahan untuk RTH dalam pemenuhan standar RTH Publik seluas 20%;

Pemeriksaan Kesehatan


Pemeriksaan Kesehatan merupakan agenda rutin pegawai BPPPPD Kota Cirebon yang dilaksanakan setiap satu kali dalam sebulan tepatnya pada hari Jum’at, 28 Juni 2019 di Ruang Rapat Saptarengga.
Pemeriksaan Kesehatan ini dilakukan setelah kegiatan senam pagi selesai.
Pemeriksaan kesehatan ini diikuti oleh seluruh pegawai BPPPPD termasuk Non PNS dan Outsoarching. Pemeriksaan kesehatan ini dibantu oleh Tenaga Medis & Paramedis dari Puskesmas Sunyaragi.
Adapun tahapan pemeriksaan yang dilakukan adalah :
1)  Mengikuti Tinggi Badan
2) Mengukur Berat Badan
3) Mengecek Tensi Darah
4) Mengukur Lingkar Pinggang
5) Mengecek Kolestrol & Asam Urat
Dengan Mengetahui Berat Badan, Tinggi Badan, Lingkar Perut, Tensi Darah, Kolestrol, & Asam Urat. Maka kita bisa menjaga pola makan sehari-hari jika sekiranya Tensi Darah, Kolestrol ataupun Asam Urat kita sedang naik atau diatas Normal.

Halal Bil Halal

Halal Bil Halal dihadiri oleh Seluruh Pegawai BPPPPD Kota Cirebon pada hari Kamis, 13 Juni 2019 pada Pukul 08.30 WIB di Ruang Rapat Gotra Sawala. Silaturahmi ini dipimpin oleh Kepala & Sekretaris BPPPPD, dengan mengundang Ustad Drs. H. Ahmad Yani, M. Ag sebagai Penceramah.
 
Sambutan dari Kepala Badan BPPPPD
Puji Syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan nikmat Iman, nikmat Islam serta nikmat sehat kepada kita semua. Tak lupa Shalawat serta salam semoga selalu tercurah limpah kepada Nabi Muhammad SAW, keluarganya, sahabatnya, dan juga para pengikutnya hingga akhir jaman. Dan semoga kita semua senantiasa selalu dalam lindungan Allah SWT. Aamiin.
Terima kasih saya ucapkan kepada seluruh tamu undangan yang bisa menyempatkan hadir di kantor Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kota Cirebon dalam rangka mempererat Ukhuwah Islamiyah pada acara Halal Bil Halal.
 
Sambutan dari Ustad Drs. H. Ahmad Yani, M. Ag
Di pagi yang cerah ini, Alhamdulillah kita semua dapat berkumpul melaksanakan halal bil halal semoga amalan kita diterima oleh Allah SWT. Arti dari Taqobbalalloohu minna wa minkum yang artinya: semoga Allah menerima (puasa dan amal) dari kami dan (puasa dan amal) dari kalian. Sholawat & salam semoga tetap tercurah limpah kepada Rasulullah para sahabat & keluarganya & kepada kita semua. Aamiin
 
Keutamaan Taqabbalallahu Minna wa Minkum
1. Menghidupkan sunnah
 “Barangsiapa yang menghidupkan satu sunnah dari sunnah-sunnahku, kemudian diamalkan oleh manusia, maka dia akan mendapatkan (pahala) seperti pahala orang-orang yang mengamalkannya, dengan tidak mengurangi pahala mereka sedikit pun“ (HR. Ibnu Majah; shahih lighairihi). Jadi ketika kita mempopulerkan ucapan sekaligus doa ini, lalu orang lain mengamalkannya, insya Allah kita akan mendapatkan pahala seperti pahala mereka tanpa mengurangi sedikitpun pahala mereka.
2. Berpahala
Ucapan ini termasuk kalimat yang baik, menyebut nama Allah, mengagungkan-Nya, berdoa kepada-Nya, mengharap kepada-Nya, mendoakan sesama muslim. Semua ini adalah kebaikan yang mendatangkan pahala. Kalimat ini juga merupakan syiar Islam yang begitu orang mendengar, ia akan ingat Allah dan ingat agama Islam ini. Semua ini juga mendatangkan pahala.
3. Mengikuti sahabat
Mengamalkan ucapan ini termasuk salah satu upaya mengikuti sahabat Nabi radhiyallahu anhum yang pada hakikatnya mengikuti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. “Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha terhadap mereka dan mereka ridha kepada Allah. Allah menyediakan bagi mereka surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemeangan yang besar.” (QS. At Taubah: 100)
4. Allah akan mengabulkan doa
Allah telah berfirman akan mengabulkan doa hambaNya. Maka ucapan taqabbalallahu minna wa minkum yang merupakan ucapan doa ini, akan mendatangkan pengabulan dariNya. Dan Tuhanmu berfirman:  “Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepadaKu “(QS. Al Baqarah: 186)
5. Allah menerima amalnya
Begitu juga puasa dan seluruh amal kita, kita ingin semuanya diterima Allah. Karenanya kita berdoa mencontoh para sahabat: Taqabbalallahu minna wa minkum. Dan karena Allah telah berjanji akan menerima doa hamba-Nya, kita yakin bahwa jika kita berdoa dengan doa ini, Allah akan mengabulkanNya dengan menerima amal kita dan amal saudara yang kita ucapkan selamat hari raya dengan kalimat ini kepadanya.
 
Makna takwa ada 4 kriteria :
1.    Al Haufi Min Dzali, bertambah takut kepada dzat yang maha agung yakni Allah SWT.
2.    Wal Amalu Bin Tarzi, selalu beramal dengan bimbingan al’quran, tidak melanggar agama, tidak melanggar syariat.
3.    Wal Qonaatu Bil Koril, Ridho & ikhlas dengan sesuatu yang seperlunya, jauhi sifat tamak & serakah serta menjadi pribadi yang syukur ridho dengan apa yang didapatkan.
4.    Istidadi Liyaumil Akhir, selalu mempersiapkan diri untuk masa perpindahan (hari kiamat).
 
Menurut para sahabat,  siapa ya Allah yang paling cerdas?
1.    Seutama-utamanya manusia yang terbaik akhlaknya
2.    Orang cerdas itu yang paling banyak mengingat mati
3.    Yang paling banyak beramal sholeh
 
Hubungan Romadhan dengan Halal Bil Halal :
Halal berasal dari bahasa arab ( halla) yang artinya mencairkan yang beku, mencari solusi dalam masalah, meluruskan benang kusut.
Halal  menurut (Islam) yakni perilaku yang haram menjadi halal dengan cara ada yang meminta maaf & memaafkan.
Inti dari halal bil halal adalah Silahturahmi setelah ba’d idul fitri untuk mengokohkan hubungan silahturahmi dengan berkumpul bersama – sama. Tidak halal seorang muslim mendiamkan/memboikot lebih dari 3 hari.

Rapat Koordinasi Pembahasan Rencana Pembangunan Rumah Susun Kegiatan Pengelolaan Data dan Informasi Lingkup Bidang Perencanaan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah 2019

Pertemuan terkait pada Pembahasan Rencana Pembangunan Rumah Susun Kegiatan Pengelolaan Data dan Informasi Lingkup Bidang Perencanaan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah 2019pada hari Jumat tanggal 10 Mei 2019 antara lain berisikan pemaparan-pemaparan dari narasumber, adapun ringkasan dari hasil dari pertemuan adalah sebagai berikut :

  • Rapat dipimpin oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Kota Cirebon Bapak Arif Kurniawan;
  • Adapun beberapa poin penting yang di sampaikan Kepala BPPPPD Kota Cirebon sebagai pembukaan adalah sebagai berikut :
  • Tindak lanjut dari rapat sebelumnya beberapa waktu yang lalu;
  • Intinya bahwa dalam rangka menangani masalah perumahan, beberapa program dibebankan pada pemerintah daerah;
  • Aset milik pemerintah atau yang dikelola pemerintah seharusnya daat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk pembangunan atau revatalisasi rumah susun;
  • Rapat kali ini bertujuan untuk meninjau kesiapan dari program pemerintah terkait pembangunan rumah susun;
  • Selanjutnya penjabaran disampaikanoleh Bapak Deden BPPPPD, adapun rinciannya adalah sebagai berikut :
  • Kementrian PUPR bersedia membantu dalam penyediaan rumah susun;
  • Pada saat konsultasi juga didampingi oleh DPRKP, intinya jika memungkinkan akan menyediakan rencana di 3 titik lokasi, salah satu rekomendasinya adalah revitalisasi dari rusun yang sudah ada, yang kedua lahan milik PD Pembangunan di belakang GTC gunung  sari, yang ketiga di kawasan pesisir pantai untuk komoditas nelayan;
  • Salah satu upaya untuk mengatasi persoalan permuliman dengan keterssediaan lahan yang terbatas dan kepadatan ppenduduk tinggi adalah penyediaan rumah vertikal atau rumah susun;
  • Kondisi eksisting di Kota Cirebon terjadi kesenjangan antara kebutuhan permukiman dengan ketersediaann lahan, oleh karena itu perlu menjadi perhatian lebih lanjut dari berbagai pihak yang terkait pada persoalan tersebut:
  • Jika memang permasalahan permukiman di Kota Cirebon dengan rumah susun kurang tepat, maka perlu adanya alternatif perencanaan lainnya;
  • Dalam waktu 1 bulan harus ada putuskan apakah rencana pembangunan rumah susun tersebut akan dilakukan atau tidak;
  • Revitalisasi menjadi tanggungjawab pemerintah daerah;
  • Terdapat beberapa pernyataan dalam diskusi yang diringkas pada poin-poin dibawah ini :

Bapak Eddy DPRKP :

  1. Sampai saat ini DPRKP belum mempunyai anggaran untuk mengatasi persoalan permukiman;
  2. Perlu adanya kejelasan terkait kebutuhan rumah berdasrakan karakteristik masyrakat di Kota Cirebon itu seperti apa;
  3. Salah satu faktor persoalan pembangunan rumah susun adalah minat dari masyarakat Kota Cirebon, perlu adanya studi kelayakan terlebih dahulu untuk mengidentifikasi minat dan kebutuhan bagi masyarakat di Kota Cirebon;
  4. Sebaiknya untuk hal umum, diprioritaskan revitalisasi rumah susun di Duku Semar sebagai bahan acuan untuk melihat minat masyarakat;
  5. Ada beberapa hal yang dijadikan sebagai suatu usulan bahwa rumah susun saat ini sudah tidak populer dan kurang diminati masyarakat Kota Cirebon, dengan demikian penamaan menjadi sangat penting, tidak dengan rumah susun, melainkan bisa digantikan dengan apartemen atau guess house;
  6. Harus ada referensi antara ketetapan lokasi, kecocokan penghuni dan ketepatan penataan bangunan;
  7. Perlu adanya pemeliharaan atau pengelolaan yang profesional agar dapat berlanjut;
  8. Perlu dilakukan studi banding ke Kota dan Kabupaten yang pembangunan rumah susunnya berhasil maupun tidak, perlu mengacu pada Best Practice;
  9. Kemudian untuk pembangunan rumah susun di kawasan pesisir, apakah tanahnya akan stabil atau tidak;

Tanggapan Bapak Arif KurniawanKepala BPPPPD :

Perlu adanya ketersediaan data eksisting terkait perumahan sebelumnya;

Sebenarnya sejalan juga dengan Lembaga RUJAK CENTER, yang merupakan lembaga terkait perumahan;

Setuju jika perlu ada kajian mendalam terkait rencana pembangunan rumah susun, agar jika dilakukan pembangunan dapat berkelanjutan;

Perlu disepakati apa yang harus disiapkan dalam persiapan kajian terkait rencana pembangunan rumah susun;

Perlu juga ada evaluasi, kenapa rumah susun yang sudah ada tidak terlalu di minati oleh masyarakat di Kota Cirebon;

Kemudian ada beberapa poin penting yang disampaikan oleh Bapak YoyonAsda, adapun rinciannya adalah sebagai berikut :

Sepakat jika perlu dilakukan kajian yang matang terlebih dahulu, karena terkait dengan karakteristik masyarakat yang cenderung belum familiar dengan tempat huni vertikal;

Sebenarnya tren pembangunan kota saat ini adalah vertikal, seperti kantr setda kota cirebon yang baru, namun untuk bangunan huni masyarakat perlu ada kajian terlebih dahulu;

Dua titik lokasi yang direncanakan juga perlu dilakukan kajian terlebih dahulu apakah lahan tersebut layak atau tidak untuk pembangunan rumah susun;

Karakteristik masyarakat kota cirebon saat ini adalah cenderung mengontrak atau sewa rumah-rumah;

Pembangunan rumah susun lebih kepada persoalan sosial, bukan teknis karena mencakup pada kawaan sekitarnya dan juga budaya yang berlaku dan karakteristik masyarakat;